kita dan mereka

                                                #1. Buku harian Kanaria

      sadar? bahwa kita selalu cenderung untuk membagi dunia ini kedalam 2 bagian? ya, selalu. Menjadi kita dan mereka. Bahwa kita berbeda dengan mereka, bahwa mereka tidak seperti kita, dan kita juga tidak selalu sama. Kemudian, kita akan meminimalisir kognisi kita dalam menilai seseorang. menyudutkan suatu kelompok, membuat stereotype konyol, semua akan berujung dengan menyamaratakan mereka dan mengangkat sisi kita. Bahwa kita lebih baik. Sadar? saat kita menganggap kita lebih, kita tidak lebih baik daripada mereka. Nah, untuk dapat fokus dengan apa  akan kita lakukan kita tidak perlu mendengarkan mereka.

                                                                                *****

Perkenalan pertama, aku Kanaria. Kalian mungkin tidak mengenalku, tentu saja karena aku memang tidak terkenal, tapi aku yakin akan satu hal, kalimat selanjutnya persuasif, dan aku memang berharap kalian akan memiliki pikiran yang sama denganku. Siapa pun itu, jangan pernah menyesal berkenalan dengannya, sekalipun berakhir dengan tragis, baik perpisahan atau pengkhianatan. Jangan sesali sebuah pertemuan. Alasannya Klise aja, semua ada hikmahnya.

Perkenalan kedua, aku adalah kita. Kalian mungkin bingung, lagipula aku juga tidak berharap kalian bilang tidak. Kita memiliki 3 ½ pasang hati, 7 pasang mata dan tentu saja 3 ½ pasang mulut untuk menertawakan kalian jika saat ini bingung. Aku tidak peduli ya, yang jelas aku sudah memperkenalkan diri.

                                                                                      Ahad, 10 Januari

Dear diary…

 Hari ini adalah Midle-Bornku bersama seorang sahabat. Aku bersyukur masih dapat hidup hingga detik ini. Kalian tahu tidak apa do’aku hari ini? agar aku dapat menjadi seperti halaman pertama sebuah buku! kalian tahu kan? itu, halaman tepat setelah cover, tempat biasa untuk menamai buku, tempat untuk ditanda tangani dan lain-lain. Aku ingin menjadi seperti itu. Aku ingin siapapun dapat terbuka dan berbagi denganku. Menulis apapun disitu.

Senin, 27 Feb

Dear diary…                                                         

Hari ini dikelas, Guru Kanaria menyebutkan sebuah pepatah “Bertemanlah dengan penjual parfum, agar kau tertular wanginya. Jangan berteman dengan pandai besi, agar kau tidak tertular bau sangitnya”. Kalian pernah mendengar kalimat itu sebelumnya? aku juga. Kalian setuju dengan kalimat itu? aku tidak. Begini ya, sadar tidak, bahwa hidup, pada realitanya tidak semudah itu. suatu hari kamu sedang berjalan-jalan lalu tanpa sengaja kamu melewati toko si pandai besi. Kamu hanya lewat, tidak masuk atau tidak menyapa si pandai besi, apalagi berteman dengannya. Namun, asap pekat  berbau sangit itu membumbung tinggi, menyebar kemana-mana, mengenai bajumu dan mengkontaminasi baunya. Lalu, jika ada yang bertanya “mengapa bajumu bau sangit? apa kamu berteman dengan pandai besi?” jika kamu menjawab tidak, apa mereka akan percaya? apa kamu punya bukti? jika iya, apa? asap itu? yang menghilang dilangit hari itu? benda itu yang mau kamu salahkan?

Dihari lain kamu memutuskan untuk membeli parfum karena bajumu telah berbau sangit akibat ulah asap si pandai besi. Sesampainya ditoko parfum, bau semerbak langsung memanjakan hidungmu, juga datang seorang ramah, si penjual parfum, kalian berkenalan lalu berteman. Ia menawarkan banyak sekali parfum, anggap saja parfum A, parfum B, parfum C dan lainnya, boleh sampai Z jika kamu mau. Kamu memilih satu diantaranya, memakainya kemudian. Dijalan, kau akan bertemu dengan orang lain. Sebagian akan tersenyum padamu, mungkin karena bajumu sudah wangi sekarang. Sebagian lagi akan menatapmu heran, mencemooh, mungkin karena bajumu sudah tercampur baunya antara bau asap dan wangi parfum. Jadi percuma saja semua usahamu membeli parfum atau berteman dengan penjual parfum, toh, di bajumu masih tersisa bau asap.

Lalu, sekarang bagaimana? Bukannya semua bersifat relative saja. Tergantung siapa yang menanggapimu. Tergantung pada afeksi dan kognisi individual. Sekarang, sudah dulu cerita tentang pepatah yang dikatakan guru Kanaria. Pepatah itu tidak salah, hanya saja menurutku jangan menganggap remeh hidup ini.

Tapi Kanaria Senang setidaknya teman-teman selalu berada disampingku, peduli apa mereka pada parfum atau bau asap? Toh, kami lebih sering bau badan bersama akibat keringat setelah lari pagi daripada memikirkan penjual parfum dan pandai besi, Hoaaam! Kanaria mengantuk, bye. _++++

 

                                                                                       Selasa, 16 Januari

Dear diary…

          Hari ini Kanaria sebal, di katai anak manja oleh teman gara-gara suka makanan manis. Kanaria pertegas ya kalau ‘aku suka manis’ terserah kamu juga suka atau tidak. Aku suka manis karena menurutku rasa manis itu menyenangkan. Tapi, kuberitahu ya bahwa rasa manis yang aku suka itu berbeda. Bagi sebagian orang rasa manis itu membosankan, tidak menantang, atau menimbulkan rasa mual, yang itu sih aku juga setuju. Kanaria suka coklat, permen, kembang gula dan lainnya. Tapi menurutku, ada yang lebih manis. Yaitu janji. Kanaria kan perempuan, jadi ini juga pendapat Kanaria pribadi. Masalahnya, saat dijanjikan sesuatu aku merasa senang sekali, bahagia, pokoknya berjuta rasa, Kuharap kalian paham hingga tidak sulit menjelaskan bagaimana rasa bahagia saat sedang dijanjikan. Kalau aku suka manis, kenapa aku setuju saat dikata manis itu membosankan? iya membosankan, saat janji itu esok hanya janji, minggu depan juga cuma janji, bulan depannya juga janji lagi, ya! membosankan jika janji tinggal janji. Kalau manis itu tidak menantang? iya, memang pengecut itu si pengumbar-ngumbar janji, kan bisanya janji aja, tidak berani mewujudkan. Nah, yang seperti itu tentu saja tidak menantang jika dibandingkan rasa pedas yang langsung terasa efeknya, terkadang malah membuat kita menitikan air mata, langung menuju hati, menantang kan? Tapi kalau Kanaria sih tetap suka manis. Manisnya janji, selama efek negatifnya tidak timbul saja, daripada pedas? kan bikin sakit hati.

Tapi Kanaria senang, setidaknya teman-teman Kanaria selalu berusaha mengerti, aku mungkin tidak pandai berkata manis, tetapi mereka menghargai usahaku, itu yang membuat aku melakukan hal yang sama. Melihat berbagai kasus patah hati.. Aku jadi ragu bahwa Janji itu manis, sepertinya sih, lebih manis persahabatan. Kalau tidak disertai pengkhianatan sih.

 

                                                                                      Kamis, 21 januari

Dear diary…

Hari ini Kanaria melihat berita artis bercerai di televise, menurutku artis itu suka nikah-cerai-nikah, padahal hari ini juga Kanaria mendapat kabar bahwa teman Kanaria menikah. Yah intinya, ada yang berpisah dan bersatu. Setiap hari kan begitu. Menurut Kanaria kalau ada orang yang berpacaran sebelum menikah itu tujuannya untuk putus. ya iyalah, kalau tidak putus karena berpisah ya putus karena menikah. Itu Kanaria kutip dari novel yang baru Kanaria baca, kalian tidak usah tahu judulnya, nanti kalian ikut baca. Nah, Menurut Kanaria ya Pacaran itu setelah menikah, biar tujuan pacarannya berubah yaitu untuk tidak putus, alias terus-terusan, kontinu. Iya kan?

Tapi, aku pasti lebih sedih lagi jika salah satu diantara teman-temanku menikah, semoga saja mereka tidak berubah kelak. ~*** !

Ah, sebenarnya banyak sekali yang ingin Kanaria tulis dihalaman terakhir buku ini, tapi sepertinya ini lebih penting untuk diketahui.

Kalian tahu mengapa Kita memiliki 3 ½ pasang hati, 7 pasang mata dan tentu saja 3 ½ pasang mulut? Karena Kanaria adalah Kita juga, kalau tidak ada Aku Kita cuma jadi 3 pasang hati, 6 pasang mata dan 3 pasang mulut, kan? hihi.. Kanaria sengaja menulis bahwa aku adalah kita, karena apa yang Kanaria rasakan juga dirasakan 3 pasang hati lainnya dan apa yang mereka rasakan juga Kanaria rasa. Aku akan aku perkenalkan  siapa mereka di lain waktu, satu persatu . Tapi untuk saat ini, kuberitahu satu pendahuluan dulu, bahwa mereka itu berharga sekali !!!

Aku berlebihan ya? Mereka hanya sahabat-sahabatku kok. Kami hanya sahabat seperti kalian dan sahabat kalian. Kami cuma punya satu janji, tidak berbelit-belit. Bahwa kami harus setia. Bukan setia kepada bangsa dan Negara, juga bukan sumpah setia kepada tanah air. Kami berjanji untuk setia kepada prinsip, sebab kesetian inilah yang akan memanggil kesetian lainnya, kesetiaan juga tidak hanya menjadi filter untuk siapa yang pantas menjadi temanmu tetapi akan menciptakan kekeluargaan yang luar biasa.


(dikutip dari beberapa halaman diary Canaria. S. View)

 

Kisah ini kelak akan menceritakan tentang persahabatan antara 3 ½ pasang hati, 7 pasang mata dan tentu saja 3 ½ pasang mulut untuk menertawakan kalian jika saat ini bingung. Karena Kanaria telah membacakan beberapa paragraf dari diarynya, berarti kita masih memiliki 3 pasang hati, 6 pasang mata dan 3 pasang mulut lainnya untuk menertawakan kalian jika sampai sekarang kalian juga masih bingung. Besok aku berjanji akan menampilkan beberapa diary teman Kanari, kalau tidak ia pasti akan marah jika tahu. Cerita esok hari adalah cerita dibawah hujan, cerita tentang gadis seumuran Kanaria bernama Ilan yang berada dinegri mendung.

Sampai jumpa dilembar berikutnya!

#2. Buku harian Meilani

Share:

0 komentar