Berat badan bayi & balita

            Apa yang kamu ketahui tentang berat badan bayi dan balita? seberapa penting bagi kita untuk memahaminya?

            Di  negara  berkembang,  termasuk  Indonesia,  masalah  gizi  masih merupakan  masalah  kesehatan  masyarakat  yang  utama.  Masalah  gizi merupakan  penyebab  kematian  ibu  dan  anak  secara  tidak  langsung  yang sebenarnya  masih  dapat  dicegah.  Rendahnya  status  gizi  ibu  hamil  selama kehamilan  dapat  mengakibatkan  berbagai  dampak  tidak  baik  bagi  ibu  dan bayi Mengetahui tentang perkembangan bayi dan balita melalui berat badannya sangat penting, tidak hanya untuk ibu tetapi juga untuk seluruh wanita. Sebab, kelak pun ia akan menjadi seorang ibu. Menjadi seorang kakak yang mengetahui tentang perkembangan adiknya saat berusia balita juga sangat diperlukan. Lalu, tidak ada salahnya mempelajarinya sejak dini.

 

            Salah satu cara untuk menilai kualitas bayi adalah dengan mengukur berat badan bayi pada saat lahir. Seorang ibu hamil akan melahirkan bayi yang sehat  bila  tingkat  kesehatan  dan  gizinya  berada  pada  kondisi  yang  baik. Namunsampai saat ini masih banyak ibu hamil yang mengalami masalah gizi khususnya  gizi  kurang  seperti  Kurang  Energi  Kronis  (KEK).

 

Berdasarkan sebuah hasil uji multivariat penelitian, terdapat empat faktor yang memengaruhi berat badan lahir bayi di RSIA Budi Kemuliaan Jakarta pada Januari 2012, yaitu berat badan prahamil ibu, pertambahan berat badan ibu selama kehamilan, usia ibu, dan urutan kelahiran. Keempat variabel tersebut menjelaskan berat badan lahir bayi sebesar 25,4%, sedangkan 74,6% lainnya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian.

Berdasarkan sebuah jurnal kesehatan yang ditulis oleh Vaisnavi Muthoovaloo tahun 2012, kasus Berat bayi lahir rendah di Indonesia dapat di klasifikasikan sebagai berikut:

a. Bayi Berat Badan Lahir Amat Sangat Rendah, yaitu bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 1.000 gram.

b. Bayi Berat Badan Lahir Sangat Rendah(BBSLR) adalah bayi yang lahir dengan berat badan lahir kurang dari 1.500 gram. Kebanyakan bayi ini adalah prematur. Bayi ini juga insidens rawat inap di rumah sakit cukup tinggi selama satu tahun pertama hidupnya.

c. Bayi berat Badan Lahir Cukup Rendah adalah bayi yang lahir dengan barat badan 1.500 – 2.500 gram.

Faktor-faktor yang terkait dengan kelahiran prematur dan BBLR / BBLSR adalah sangat sukar untuk dipisahkan secara sempurna. Pada keluarga yang status ekonominya rendah kasus-kasus kurang gizi, anemia dan penyakit pada ibu, perawatan pranatal yang tidak adekuat, adiksi obat, komplikasi obstetri insiden lebih tinggi. Faktor-faktor terkait lainnya seperti keluarga dengan orang tua tunggal, kehamilan pada umur belasan tahun, jarak waktu kehamilan yang dekat, dan ibu-ibu yang sebelumnya telah melahirkan lebih dari 4 anak juga sering ditemukan. Sehingga, pembekalan sejak dini diperlukan sebaik mungkin untuk wanita Indonesia.

Berikut adalah beberapa penyebab bayi kurus :

1.    Kurang seimbangnya asupan nutrisi bayi, biasanya peran ibu yang kurang baik.

2.    Bayi anda telah memasuki masa pertumbuhan tinggi badan sehingga gerak dan aktivitasnya yang aktif pada bayi yang berusia lebih dari 6 bulan menyebabkan berat badannya mengalami penurunan dalam jumlah yang wajar.

3.    Bayi sedang mengalami gangguan kesehatan, salah satunya yaitu gangguan pencernaan (penyerapan makanan) atau diare sehingga nafsu makannya berkurang, mempengaruhi berat badan bayi.

Selain membekali diri dengan berbagai bacaan atau berbagi pengalaman, sudah seharusnya bagi seorang ibu untuk tidak meninggalkan Posyandu yang rutin di adakan oleh pemerintah. Sebab, di Posyandu seorang ibu dapat mengetahui bagaimana perkembangan diri dan juga bayi selain akan mendapatkan pengarahan dan asupan yang dibutuhkan oleh sang bayi.

 

Referensi:

Muthoovaloo, Vaisnavi (2012). Faktor-faktor yang mempengaruhi berat badan lahir bayi, Jurnal Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana, Jakarta Barat.

Karima, Khaula dan Endang L. Achadi (2012). Status Gizi Ibu dan Berat Badan Lahir Bayi, Jurnal Departemen Gizi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Jakarta.

 




Share:

0 komentar