Beberapa Hal tentang Gizi dalam Daur Kehidupan



SEKILAS ABOUT GDDK
ü  Penggalian data subyektif dan obyektif
ü  Perhitungan kebutuhan gizi
Asuhan gizi pada bayi
Asuhan gizi pada balita dan anak pra sekolah
Studi kasus asuhan gizi pada bayi, balita, dan anak pra sekolah
Asuhan gizi pada dewasa
Asuhan gizi pada usia lanjut
Gizi pada vegetarian
 
1.   Penggalian data subyektif dan obyektif dan bahan makanan penukar

ü  Memahami ttg data subyektif dan obyektif
ü  Mengetahui cara menggali & menginterpretasikan data pd all kel. umur
ü  Memahami ttg daftar bahan makanan penukar (BMP)
ü  Mengetahui penggunaan BMP dlm penyusunan menu sehari pd all kel. umur
ü  Mengetahui penggunaan AKG dlm BMP


Data subjektif = data sekunder = data yg g di ukur
Data Objektif = data primer = data yg di ukur
Data Subjektif
Data Objektif
  Riwayat penyakit skrg
Riwayat penyakit dhlu
Riwayat penyakit klrga
Data sosial ekonomi
    Aktivitas fisik         
    Alergi makanan
    Persiapan makanan
    Riwayat/pola makan

      Pemeriksaan antropometri
      Pemeriksaan biokimia
      Pemeriksaan fisik dan klinis
      Hasil anamnesis asupan makan (recall)





      BMP = kelompok bahan makanan yg dianggap mempunyai nilai gizi yg ±sama
      Gol I . Sumber karbohidrat, Gol II. Sumber protein hewani, Gol III. Sumber protein nabati, Gol IV. Sayuran, Gol V. Buah dan gula, Gol VI. Susu, dan Gol VII. Minyak/lemak
      URT = takaran/ukuran bahan makanan yang familiar dan dipahami oleh semua orang. Macamnya : buah, biji, batang, butir, potong, gelas, bsr, kcl, sdg, sdm dan sdt
KH à 175 kkal ; 4 g protein ; 40 g KH
Protein hewani à
rendah lemak energi 50 kcal; 7 g protein; 2 g lemak. Ex: ayam tanpa kulit, ikan, udang
                        Lemak sedang energi 75 kcal; 7 g protein; 5 g lemak. Ex: daging sapi, telur ayam, usus ayam
                        Tinggi lemak energi 150 kcal; 7 g protein; 13 g lemak. Ex: ayam dg kulit, bebek, sosis
Protein nabati à energi 75 kcal; 5 g protein; 3 g lemak; 7 g KH
Sayuran à100 g ± 1 gls setelah di tiriskan
                        Sayuran A sekehendak. Ex: gambas, jamur kuping, ketimun
                        Sayuran B energi 25 kcal; 1 g protein; 5 g karbohidrat. Ex: bayam, bit, kol
                        Sayuran C energi 50 kcal; 3 g protein; 10 g karbohidrat. Ex: daun katuk,toge, daun pepaya
Buah & gula à energi 50 kcal; 12 g karbohidrat
Susu à 1 gls/ 4 sdm
                        Tanpa lemak energi 75 kcal; 7 g protein; 10 g karbohidrat. Ex: susu skim, yogurt non fat
                        Rendah lemak energi 125 kcal; 7 g protein; 6 g lemak; 10 g karbohidrat. Ex: keju, susu sapi
Tinggi lemak energi 150 kcal; 7 g protein; 10 g lemak; 10 g karbohidrat. Ex: susu kerbau
Minyak à energi 50 kcal; 5 g lemak
                        Lemak tdk jenuh. Ex: alpukat, kcg almond, miny. Zaitun dll
                        Lemak jenuh. Ex: lemak babi, santan, miny. Kelapa dll
Non calory foods à agar-agar, kaldu, cuka, gelatin, kecap, teh, kopi dan gula alternatif
Perhitungan Kebutuhan
A.    Teori relative body weight (RBW) / berat badan relative
Kalori
 Kurus (underweight)                     : BB x 40 – 60 kalori
 Normal (ideal)                              : BB x 30 kalori
 Gemuk (overweight)                     : BB x 20 kalori
 Obesitas                                        : BB x 10 – 15 kalori
Untuk ibu hamil ditambah 100 kalori (trimester 1), 200 kalori (trimester 2), 300 kalori (trimester 3) Untuk ibu menyusui ditambah 400 kalori/hari
 
Kriteria
 Kurus (underweight)        : BBR <90%
 Normal (ideal)                 : BBR 90 – 110%
 Gemuk (overweight)        : BBR >110%
 Obesitas                           : BBR >120%
 




Biasanya untuk penderita DM, dg kekurangan dimana jenis kelamin dan umur tdk diperhitungkan
B.     Basal Metabolic Rate (BMR)/ angka metabolic basal (AMB)
Saat status gizi normalà menggunakan BB actual
Saat status gizi kurang,lebih /obesàmenggunakan BB ideal/adjusted body weight (jika lebih dr 20% lebih/kurangnya)
  1. BB aktual adalah BB saat ini
  2. BB ideal adalah:
            BBI = (TB dlm cm 100) [10% (TB dlm cm 100)]
BB ideal mempertimbangkan besar kerangka & komposisi tubuh (otot & lemak) jd diberikan toleransi 10%
  1. BB adjusted
BB yang disesuaikan. Digunakan karena selisih BB aktual dan BBI seseorang >120%
            (BBA : BBI) x 100% à tidak boleh >120%
            ABW = [(BBA BBI) x 0,25] + BBI
3 cara menghitung BMR : 1. Harrist benedict,2. Cara cepat, 3. WHO
1.      Harris-Benedict
2.      Cara cepat
3.      WHO
Menu planning
BM
Kalori
1100
1300
1500
1700
1900
2100
2300
2500
KH
2
3
4
4 ½
5 ½
6
7
7 ½
Hewani J
2
2
2
2
2
2
2
2
Hewani *
1
1
1
1
1
1
1
1
Nabati
2
2
2 ½
2 ½
2 ½
3
3
3
Sayuran A
S
S
S
S
S
S
S
S
           B
2
2
2
2
2
2
2
2
Buah
4
4
4
4
4
4
4
4
Minyak
3
4
4
4
5
7
7
7

Menghitung kebutuhan untuk rancangan menu :
      Kebutuhan energi        = BB kg x 30(normal) = … kkal        
      Kebutuhan protein      = BB x 1                     = … gram
      Kebutuhan lemak        = (20% x jumlah enargi) : 9     = … gram
      Kebutuhan KH           = (1680-[BBx100x4%]-[20% x jumlah energi]) : 4 = … gram
Contoh:
      Wanita usia 29 tahun, tinggi badan 154 cm dengan berat badan 56 kg , aktivitas ringan
      Berat badan relatif = 56 / (154-100) = 104 % à termasuk berat badan normal
      à BB yang digunakan adalah berat badan aktual
      Kebutuhan energi        = 56 x 30                                 = 1680 kkal
      Kebutuhan protein      = 56 x 1                                   = 56 gram
      Kebutuhan lemak        = (20% x 1680) : 9                  = 37 gram
      Kebutuhan KH           = (1680-224-336) : 4               = 280 gram
BM
Pagi
Selingan
pagi
Siang
Selingan
sore
Malam
Kalori
KH
L
P
KH
1
-
2
-
2
875
200
-
20
LH
1
-
1
-
1
150

6
21
LN
-
-
1
1
1
225
21
9
15
Sayur
1
-
1
-
1
50
10
-
2
Buah
-
2
1
-
1
200
48
-
-
Susu
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Minyak
2
-
1
-
1
200
-
20
-
Total
1700
279
35
58
Kebutuhan
1680
280
37
56
Persentase
101%
99,6%
95%
104%
Remember : presentase pemenuhan dr menu hanya boleh 90-110%
So, write like this …
Menu
BM
Penukar
Porsi
URT
Berat (g)

-Terimakasih, semangat UTS-




Hafizhatunnisa

Share:

0 komentar