cantabile3


 

Bagian Satu

Prelude februari

 

“baiklah, kali ini aku harus berhasil !” 

Dapur yang berukuran tidak terlalu besar itu tampak lebih sempit. Di sekitar kompor, coklat cair tercecer di mana-mana, namun Anzu nampak tidak terganggu sama sekali fokusnya hanya tertuju pada loyang coklat yang sedang di hiasnya.

            “sedikit daun mint lalu letakan strawberry yang telah di belah di atasnya..” ia membaca resep coklat keras-keras mencocokannya dengan hasil kerjanya

            “selesai!” pekik Anzu senang

Di tatapnya coklat di kotak berbentuk hati itu lamat-lamat,ukurannya tidak besar hanya seukuran telapak tangan. Sudah seharian ini ia berkutat di dapur untuk membuatnya. Berulang kali ia gagal kali ini ia berhasil, coklat bikinan Anzu!

            “semoga Akira tidak mendapat banyak coklat esok”harap Anzu cemas

            Besok adalah hari Valentine, hari yang di sebut-sebut sebagai hari kasih sayang. Sebenarnya Anzu tidak percaya prihal cupid si pemanah cinta itu namun ia memilih untuk membuat coklat. Ini satu-satunya kesempatan untuknya agar ia bisa memberikan coklat pada orang yang di sukainya.

            Anzu sudah menyukainya sejak pertamakali melihatnya di gerbang sekolah. Saat itu, di antara ratusan murid baru yang datang ada segerombolan anak laki-laki yang begitu menyita perhatiannya. Mereka berasal dari kalangan elit,jalan begitu angkuh melewati yang lainnya. Spontan saja Anzu sebal, mereka memasuki sekolah seakan sekolah itu milik mereka padahal mereka sama-sama anak baru di SMA Morawaki namun salah satu dari mereka menoleh kebelakang, tersenyum tulus pada Anzu,seseorang yang di atas kepalanya di jatuhi sehelai kelopak bunga sakura, seseorang bernama Akira Etoh.

            Mungkin Akira lupa pernah tersenyum pada Anzu di hari pertama mereka bersekolah, mungkin saja senyum itu tidak berarti apa-apa,namun bukan hanya itu yang membuat Anzu menyukai Akira.

            Seusai membersihkan dapur yang kotor oleh noda coklat di sana sini Anzu merebahkan tubuhnya di atas kasur bernuasa hijau barley. Pikirannya melayang memikirkan esok, ia sudah tidak sabar lagi.

            Kling!

Anzu segera meraih ponselnya yang berdering, pesan singkat dari Yatsu yang menanyakan  apakah ia telah selesai membuat coklat. Anzu tersenyum, ia telah selesai begitu pula dengan Yatsu. Beberapa hari sebelumnya mereka memang telah berencana membuat coklat,dengan coklat buatan sendiri tentu saja perasaan lebih tersampaikan. Yatsu ingin memberikan coklat untuk Ryuu sedang Anzu sendiri ingin memberikannya untuk Akira.   

“Hari esok cepatlah datang !” gumamnya

***

Apa yang akan kau lakukan saat kau memiliki harapan?

Jika itu harapanmu, kejar ia, perjuangkan sampai waktu mengatakan selesai

 

***

Share:

0 komentar