Prinsip pengawetan dan tipe pengawetannya
Teknologi Pengawetan dan Tipe Pengemasannya
Pangan merupakan kebutuhan dasar dan
utama bagi manusia sehingga Pemerintah berkewajiban untuk menyediakan
pangan secara cukup setiap waktu, aman, bermutu, bergizi dan
beragam dengan hargayang terkangkau oleh daya beli masyarakat. Untuk itu perlu sebuah sistem kemananan pangan yang
memberikan perlindungan bagi pihak produsen (Petani) maupun konsumen
(Masyarakat)(Retno Widyani,2008). Berbagai upaya demi memperpanjang
umur simpan dengan tetap mempertahankan kualitas dan keamanan pangan telah
dilakukan dan semakin berkembang. Berikut adalah beberapa teknologi pengemasan
pengawetan makanan :
A.
Modified Atmosphere Packaging
Modified Atmosphere packaging (MAP) adalah teknologi pengemasan
produk dengan menggunakan bahan kemasan yang dapat menahan keluar masuknya gas(kantong
polietilen yang tidak berventilasi) sehingga konsentrasi gas di dalam kemasan
berubah dan ini menyebabkan laju respirasi menurun, mengurangi pertumbuhan
mikroba, mengurangi kerusakan oleh enzim serta memperpanjang masa simpan.
Biasanya MAP akan didasari pula bersamaan dengan penyimpanan
refigrator. Penangan penyimpanan dengan refigrator berbeda-beda tergantung dari
komoditasnya. Sebagai contoh alpukat, manga, papaya juga mentimun sensitif
terhadap low-temperature injury sehingga tidak dapat disimpan dibawah suhu 13oc
namun apel, brokoli dan pear tidak sensitif sehingga dapat disimpan hingga suhu
0oc tanpa kerusakan akibat penyimpanan (Shaifur,2007)
Metode ini ditentukan oleh 3 kondisi:
1.
Respirasi dari produk/komoditas : dipengaruhi
suhu dan keadaan fisiologis produk, kelembaban relatif/ relative humidity (RH), dan kadar etilen pada tumbuhan.
2.
Difusi gas pada komoditas : dipengaruhi oleh
suhu, tingginya kadar gas yang melalui film, massa komoditas, volume, laju
respirasi, permeabilitas membran, dan jalur difusi gas.
3.
Gas penyebaran yang melalui film kemasan :
dipengaruhi oleh suhu, tingginya kadar gas yang melalui film dan strukturnya,
tingginya kadar uap air, ketebalan, dan luas permukaan.
Konsentrasi equlibrium/equilibrium modified
atmosphere packaging(EMAP) adalah keadaan didalam pengemasan MAP, dimana keadaan
seimbang antara kecepatan metabolisme yang berada didalam produk dan disfusi
kemasan produk(Shaifur,2007).
B. Controlled Atmosphere Packaging (CAP)
CAP adalah
metode penyimpanan guna menjaga konsentrasi gas yang tetap disekeliling produk
dengan monitoring yang teliti dan tambahan. Kini, Penyimpanan
CAP yang digunakan adalah ultra-low
oxygen (ULO) dan dynamic CA
storage(Shaifur,2007).
Untuk Ultra Low O2
(ULO) komposisi gas diatur pada 1 – 2oC, yaitu mendekati kadar minimal yang dibutuhkan oleh
jaringan tanaman untuk hidup dengan rincian O2 sebanyak 0,5-1% dan
CO2 dengan kadar 2-3%. Sedangkan pada dynamic CA storage, kadar
gas tidak dibuat pada level yang telah ditetapkan, namun secara continue
akan beradaptasi dengan respon fisiologis produk yang diawetkan, contohnya
dengan memonitor reaksi fermentasi dan degradasi pada sel-sel produk.
C.
Active Packaging
Active packaging adalah teknik kemasan yang mempunyai sebuah indikator
eksternal atau internal untuk menunjukkan secara aktif perubahan produk serta
menentukan mutunya Active packaging didapatkan dengan memodifikasi
atmosfer ‘secara aktif’ dengan membuat sedikit vakum dalam kemasan tertutup
(seperti kantong polietilen yang tidak berventilasi), lalu memasukkan campuran
komposisi atmosfer yang diinginkan yang sudah terdapat dari luar kemasan
tertutup. Akibat adanya
interaksi aktif dari bahan kemasan dengan bahan pangan yang dikemas maka tipe pengemasannya disebut active
packaging.
Active
packaging juga disebut sebagai “time–temperature indicator” atau “time–temperature integrator” (TTI) di Prancis dan US, sebutan lain yang
terkenal juga disebut “intelligent” dan “active”. Indikatornya adalah time-temperature indicator di permukaan kemasan, O2, CO2, physical shock, dan indikator kerusakan mutu yang bereaksi dengan volatil yang dihasilkan dari reaksi-reaksi
kimia, enzimatis dan kerusakan mikroba pada bahan pangan(Shaifur,2007).
D.
Vacuum Packaging (VP)
Vacuum packaging(VP)
merupakan pengemasan dengan tekanan dibawah atmosfer yaitu 1 – 10 kPa pada suhu
refrigerator sehingga tekanan menjadi yang rendah kemudian dapat terjadi
sirkulasi udara segar yang konstan dan substansial yang jenuh dengan air (RH 80
– 100%). Vacuum packaging secara khusus teruntuk produk dengan
penyimpanan kecil dan untuk produk yang dapat bertahan lama, terutama produk
yang rentan mengalami browning karena VP dapat mencegahnya(Shaifur,2007).
E. Modified Humidity Packaging (MHP)
Prinsip utama Modified Humidity Packaging(MHP)
adalah mengontrol dehidrasi dan kondensasi serta kadar uap air pada produk
pangan. Sistem MHP didesain tidak hanya untuk dehidrasi namun juga kondensasi
karena mengekspos keunggulannya dalam pergantian temperatur. Salah satu faktor
penting adalah kelembaban relatif/ relative humidity (RH) yang berkisar antara 75%–85% sebab jika kadar kelembapan terlalu
tinggi maka akan terjadi penurunan berat sedangkan jika kadar kelembapan
terlalu rendah maka produk yang dikemas akan rusak(Shaifur,2007). Selain dengan
menjaga kadar kelembapan dapat ditambahkan sesuatu yang dapat berkerja sebagai penyerap air
seperti CaC12, sorbitol, atau xylitol yang ada pada active packaging atau dengan menggunakan kemasan
yang berpermeabilitas gas sesuai(Shaifur,2007).
Daftar Pustaka
Widyani, Rr Retno MS, MH
dan Ir. Tety Suciaty, MP(2008) Prinsip Pengawetan
Pangan, Yogyakarta : Swagati Press
Pangan, Yogyakarta : Swagati Press
Rahman, Shafiur(2007) Handbook of Food Preveration, NYC :
CRP Press
- Semoga
Bermanfaat -
0 komentar