Pengaruh Pengujian Pasangan Ganda pada Swasembada pangan
Pengaruh Pengujian Pasangan Ganda Pada
Swasembada Pangan
by : Hafizhatunnisa
Kinerja
pemasaran produk pertanian yang baik, khususnya pangan, akan mendorong produsen untuk
menghasilkan pangan melebihi kebutuhan rumah tangga. Kinerja pemasaran diukur
dari keuntungan yang diperoleh produsen (petani) atau persentase harga yang
diterima petani dibanding harga eceran, efisiensi rantai pemasaran,
dan
keterjangkauan harga produk oleh konsumen (Carlon dan Perloff, 2000). Oleh
sebab itu, keberhasilan sebuah produk pangan di pasaran sangat penting untuk
meningkatkan keuntungan berbagai pihak, terutama produsen. Pengolahan produk
pertanian oleh produsen dapat meningkatkan nilai tambah maupun penyerapan
tenaga kerja secara memadai (Udayana, 2011).
Crawford
(1997) memberi definisi bahwa pemasaran bukan sekedar perpanjangan proses
produksi. Konsumsi merupakan tujuan akhir dari produksi sehingga produsen
berminat
mempromosikan
produknya agar diminati konsumen. Pemasaran dapat diartikan sebagai
serangkaian
jasa untuk memindahkan produk atau komoditas dari tempat produksi ke tempat
konsumsi. Dalam
hal ini setiap agen termasuk lembaga pemerintah mengenali tugas masing-masing
dalam pemasaran komoditas. Menurut Shinta ( 2011 ) penelitian pemasaran merupakan kegiatan perencanaan, pengumpulan, analisis dan
pelaporan yang sistematis dari data atau penemuan yang relevan dengan situasi pemasaran
tertentu yang dihadapi perusahaan. Cakupannya adalah:
· Pengembangan produk
· Identifikasi pasar
· Mencari desain yang cocok untuk cakupan penjualan, distribusi,
promosi dan fasilitas pelayanan jual.
Pengujian
organoleptik diperlukan untuk
mengidentifikasi pasar, evaluasi sensori atau organoleptik
adalah ilmu pengetahuan yang menggunakan indera manusia untuk mengukur tekstur, penampakan, aroma dan
flavor produk pangan. Penerimaan konsumen terhadap suatu produk diawali dengan
penilaiannya terhadap penampakan, flavor dan tekstur .Salah
satu uji organoleptik adalah uji pasangan ganda yang merupakan salah satu jenis
dari pengujian pembedaan. Pengujian
pembedaan digunakan untuk menetapkan apakah ada perbedaan sifat sensorik atau
organoleptik antara dua sampel. Meskipun dapat saja disajikan sejumlah sampel,
tetapi selalu ada dua sampel yang dipertentangkan.
·
Analisa
biaya, analisa laba, elastisitas harga, analisis permintaan dan penetapan harga
·
Sebagai contoh,
pada pembuatan tablet Effervescent wortel (Daucus carota L.) pada
skala ganda yang menggunakan pengujian pasangan ganda(dual standards)
yang meliputi parameter rasa, aroma, dan warna oleh Aditya
Fajar, Susinggih Wijana, dan Nur Lailatul Rahmah dari Universitas Brawijaya
tahun 2015 silam. Pada metode uji pasangan ganda ini melibatkan 15 panelis agak terlatih (Rahayu, 2001).
Hasilnya dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 1. Hasil Penilaian Organoleptik dengan Metode Uji Pasangan ganda
mempromosikan produknya agar diminati konsumen. Pemasaran dapat diartikan sebagai serangkaian jasa untuk memindahkan produk atau komoditas dari tempat produksi ke tempat
konsumsi. Dalam hal ini setiap agen termasuk lembaga pemerintah mengenali tugas masing-masing dalam pemasaran komoditas. Menurut Shinta ( 2011 ) penelitian pemasaran merupakan kegiatan perencanaan, pengumpulan, analisis dan pelaporan yang sistematis dari data atau penemuan yang relevan dengan situasi pemasaran tertentu yang dihadapi perusahaan. Cakupannya adalah:
· Pengembangan produk
· Identifikasi pasar
· Mencari desain yang cocok untuk cakupan penjualan, distribusi, promosi dan fasilitas pelayanan jual.
Parameter
Penilaian Organoleptik |
Jumlah
Penilaian Berbeda |
Jumlah
Panelis |
Hasil
|
Rasa
|
3
|
15
|
tb
|
Aroma
|
4
|
15
|
tb
|
Warna
|
3
|
15
|
tb
|
Ket : (tb) tidak berbeda
Selain itu Panelis juga diminta
memberikan skor berdasarkan kelebihan, sebagai berikut :
Skala perbandingan Skala numeric
Amat sangat lebih baik dari R 1
Sangat lebih baik dari R 2
Lebih baik dari R 3
Agak lebih baik dari R 4
Sama baiknya dengan R 5
Agak lebih buruk dari R 6
Lebih buruk dari R 7
Sangat lebih buruk dari R 8
Amat sangat lebih buruk dari R 9
Skala perbandingan Skala numeric
Amat sangat lebih baik dari R 1
Sangat lebih baik dari R 2
Lebih baik dari R 3
Agak lebih baik dari R 4
Sama baiknya dengan R 5
Agak lebih buruk dari R 6
Lebih buruk dari R 7
Sangat lebih buruk dari R 8
Amat sangat lebih buruk dari R 9
Setelah mendapatkan hasil, barulah dapat disusun berbagai kebutuhan
pembuatan tablet Effervescent wortel yang dapat membantu dalam
keberhasilan produk di pasaran yang otomatis juga dapat meningkatkan swasembada
pangan Negara. Diantara kebutuhan yang dapat diperkirakan dalam pembuatan
produk tablet ini adalah kebutuhan air, listrik, LPG, bahan pengemas, dan
kebutuhan bahan bakunya. Semakin tepat perencanaan sebuah produk maka semakin
efektif target pasar yang dituju.
Demikian
sekiranya salah satu contoh pengujian untuk persiapan pemasaran produk di
pasaran. Terdapat berbagai metode pengujian lain, dengan berbagai kekurangan
dan kelebihannya dalam berbagai sisi. Pemilihan metode tidak sepenuhnya
bergantung kepada produk yang akan diproduksi namun juga bergantung terhadap
kebutuhan, dana, waktu , kesedian tempat dan lainnya. Jelasnya, dibutuhkan
banyak persiapan matang untuk mendukung keberhasilan sebuah produk disertai
semangat pantang putus asa yang kuat. Semoga keberhasilan menyertai mereka yang
berusaha, remember, dimana ada kemauan disitu ada jalan.
Daftar pustaka
o
Anonim,
2006. Pengujian Organoleptik (Evaluasi Sensori) dalam Industri pangan. Sumber : ebookpangan.com (tanggal akses: 12/7/2016)
o
Carlton,
D. W. and J. M. Perloff. 2000. Modern Industrial Organization. Third
Edition. AddisonWesley Publishing Company. Reading, Massachusets.
o
Crawford,
I.M. 1997. Agricultural and Food Marketing Management. Food and
Agriculture Organization of the United Nations. Rome.
o Fajar, Aditya. Susinggih Wijana. Nur
Lailatul Rahmah. 2015. Pembuatan Tablet Effervescent Wortel (Daucus carota
L.) Pada Skala Ganda. Staf
Pengajar Jurusan Teknologi Industri Pertanian - Fak. Teknologi Pertanian.
Malang. : Universitas Brawijaya Press (UB Press)
o
Shinta,
Agustina. M.P. 2011. Manajemen Pemasaran. Malang : Universitas
Brawijaya Press (UB Press)
o
Rahayu, W.P. 2001. Penentuan
Praktikum Penilaian
Organoleptik. Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi. IPB. Bogor.
o
Udayana,
I G.B. 2011. Peran Agro Industri Dalam Pembangunan Pertanian.
Singhadwala, Edisi 44 (Februari 2011): 1-6
Tags:
about kesehatan
0 komentar